Jumat, 14 September 2012

Aku dan Keluargaku...


Tita itu nama panggilanku. Nama indah yang diberikan kedua orang tuaku ketika aku pertama kali menghirup indahnya udara dunia. Saat itu, hari jum’at 30 november 1990. Tita terlahir sebagai sesosok bayi mungil yang membawa harapan begitu besar.
Aku cukup bangga terlahir sebagai seorang Tita. Aku mempunyai orang-orang yang begitu menyayangiku, begitu mencintai dan memperhatikanku. Ayah, ibu, adik, teman-teman, serta sahabat-sahabatku.
Hingga saat ini, aku tak henti-hentinya bersyukur kepada Yang Kuasa karena telah menempatkanku di tengah-tengah keluarga yang begitu menyenangkan. Dan sekarang, aku ingin mengenalkan mereka yang sangat berarti diperjalanan hidupku.

Ayah Tita
Ia adalah sosok ayah yang sangat bertanggung jawab. Ia tidak pernah lelah mencari nafkah untuk kami keluarganya. Cara berfikirnya yang begitu kritis membuat ia selalu cepat tanggap menghadapi setiap masalah. Sifatnya yang keras membuat ia disegani dikeluarga kami. Meskipun kadang-kadang  ia bertindak kasar, tapi aku tau, ia tidak pernah mengurangi rasa sayangnya kepada kami. Aku sangat sangat menyayangi, mencintai serta menghormatinya..selayaknya seorang prajurit yang mengormati jenderalnya.

Ibu Tita
Jika kau tanyakan siapakah orang yang paling berpegaruh dalam hidupku? Maka aku akan menjawabnya mama. Ya…mama. ..ibuku…
Ia adalah orang yang selalu berdiri dibelakangku..menunjukan kemana aku harus melangkah. Sungguh aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa kehadiran serta kasih sayangnya. Aku bisa berdiri tegar sampai saat ini, semua karena beliau. Ia yang selalu memberiku semangat, selalu dan selalu…tanpa pernah lelah.
Ia mempunyai kisah hidup yang sangat menggetarkan hati. Ibunya meninggal ketika ia baru dilahirkan. Dan ia harus rela dijodohkan ketika usianya baru menginjak 15 tahun… Tapi..ibuku adalah wanita yang tegar. Ia tak pernah gentar menghadapi apapun. Aku tau ia sangat sangat sangat menyayangiku. Dan yang terpenting, mama adalah motivasi terbesarku dalam menggapai impian-impianku.

Ani, adek Tita
Nama aslinya Yuni. Ani adalah panggilan sayang keluarga kami untuknya. Ia kini 18 tahun.
Ani…ia selalu mempunyai yang lebih daripada aku. Tinggi, cantik, pintar, langsing..tubuh ideal idaman banyak wanita. Kadang aku ngerasa iri juga sama dia. Tapi…itu sama sekali tidak penting. Dia adalah saudara perempuanku satu-satunya. Aku sungguh menyayangi dia seperti aku menyayangi diriku sendiri. Aku tau, ia kurang beruntung dalam soal cinta. Ia mencintai orang yang mungkin tidak tau kalau ia dicintai. Awalnya mereka cukup dekat, tapi kini orang itu jauh, semakin jauh darinya. Aku ingin berbuat sesuatu untuk dia. Tapi apa?? Aku hanya bisa berdoa. Semoga Ani adek-ku diberikan katabahan yang lebih. Semoga beban-beban yang ada dipikirannya tidak menjadi penghalang cita-citanya.

Bambang, adek Tita
Dia lucu banget. Adekku yang terakhir. Dia lahir pada tanggal 12 februari 2002. Adek yang biasanya kupanggil dengan sebutan bebeb Bambang adalah sosok anak terakhir yang ditunggu-tunggu keluarga kami..karena ayah dan ibuku sangat menginginkan anak laki-laki. Dan impian itu akhirnya dapat terwujud dengan kehadirannya yang melengkapi keluarga kami. Kini, ia mulai tumbuh besar dan siap menjemput masa remajanya.
Aku sangat menyayanginya. Entah kenapa, walaupun ia sudah tumbuh besar, aku dan Ani adikku tetap menganggapnya adik kecil kami yang lucu, yang imut dan manis dengan segala tingkah polahnya. Panggilan sayang “bebeb” yang kami berikan kepadanya adalah salah satu wujud kecintaan kami terhadapnya.

Well, itulah keluargaku. Keluarga dimana aku tumbuh dan dibesarkan. Kelurga yang selalu menyayangi dan mendukungku untuk terus dan terus maju. I love you all. . .^_^