Tita itu nama panggilanku. Nama indah yang diberikan kedua orang tuaku ketika aku
pertama kali menghirup indahnya udara dunia. Saat itu, hari jum’at 30 november
1990. Tita terlahir sebagai sesosok bayi mungil yang membawa harapan begitu
besar.
Aku
cukup bangga terlahir sebagai seorang Tita. Aku mempunyai orang-orang yang
begitu menyayangiku, begitu mencintai dan memperhatikanku. Ayah, ibu, adik,
teman-teman, serta sahabat-sahabatku.
Hingga
saat ini, aku tak henti-hentinya bersyukur kepada Yang Kuasa karena telah
menempatkanku di tengah-tengah keluarga yang begitu menyenangkan. Dan sekarang,
aku ingin mengenalkan mereka yang sangat berarti diperjalanan hidupku.
Ayah Tita
Ia
adalah sosok ayah yang sangat bertanggung jawab. Ia tidak pernah lelah mencari
nafkah untuk kami keluarganya. Cara berfikirnya yang begitu kritis membuat ia
selalu cepat tanggap menghadapi setiap masalah. Sifatnya yang keras membuat ia
disegani dikeluarga kami. Meskipun kadang-kadang ia bertindak kasar, tapi aku tau, ia tidak
pernah mengurangi rasa sayangnya kepada kami. Aku sangat sangat menyayangi,
mencintai serta menghormatinya..selayaknya seorang prajurit yang mengormati jenderalnya.
Ibu Tita
Jika
kau tanyakan siapakah orang yang paling berpegaruh dalam hidupku? Maka aku akan
menjawabnya mama. Ya…mama. ..ibuku…
Ia
adalah orang yang selalu berdiri dibelakangku..menunjukan kemana aku harus
melangkah. Sungguh aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa
kehadiran serta kasih sayangnya. Aku bisa berdiri tegar sampai saat ini, semua
karena beliau. Ia yang selalu memberiku semangat, selalu dan selalu…tanpa
pernah lelah.
Ia
mempunyai kisah hidup yang sangat menggetarkan hati. Ibunya meninggal ketika ia
baru dilahirkan. Dan ia harus rela dijodohkan ketika usianya baru menginjak 15 tahun…
Tapi..ibuku adalah wanita yang tegar. Ia tak pernah gentar menghadapi apapun.
Aku tau ia sangat sangat sangat menyayangiku. Dan yang terpenting, mama adalah
motivasi terbesarku dalam menggapai impian-impianku.
Ani, adek Tita
Nama
aslinya Yuni. Ani adalah panggilan sayang keluarga kami untuknya. Ia kini 18
tahun.
Ani…ia
selalu mempunyai yang lebih daripada aku. Tinggi, cantik, pintar,
langsing..tubuh ideal idaman banyak wanita. Kadang aku ngerasa iri juga sama
dia. Tapi…itu sama sekali tidak penting. Dia adalah saudara perempuanku
satu-satunya. Aku sungguh menyayangi dia seperti aku menyayangi diriku sendiri. Aku
tau, ia kurang beruntung dalam soal cinta. Ia mencintai orang yang mungkin
tidak tau kalau ia dicintai. Awalnya mereka cukup dekat, tapi kini orang itu
jauh, semakin jauh darinya. Aku ingin berbuat sesuatu untuk dia. Tapi apa?? Aku
hanya bisa berdoa. Semoga Ani adek-ku diberikan katabahan yang lebih. Semoga
beban-beban yang ada dipikirannya tidak menjadi penghalang cita-citanya.
Bambang, adek Tita
Dia
lucu banget. Adekku yang terakhir. Dia lahir pada tanggal 12 februari 2002.
Adek yang biasanya kupanggil dengan sebutan bebeb Bambang adalah sosok anak
terakhir yang ditunggu-tunggu keluarga kami..karena ayah dan ibuku sangat
menginginkan anak laki-laki. Dan impian itu akhirnya dapat terwujud dengan
kehadirannya yang melengkapi keluarga kami. Kini, ia mulai tumbuh besar dan siap
menjemput masa remajanya.
Aku
sangat menyayanginya. Entah kenapa, walaupun ia sudah tumbuh besar, aku dan Ani
adikku tetap menganggapnya adik kecil kami yang lucu, yang imut dan manis
dengan segala tingkah polahnya. Panggilan sayang “bebeb” yang kami berikan
kepadanya adalah salah satu wujud kecintaan kami terhadapnya.
Well,
itulah keluargaku. Keluarga dimana aku tumbuh dan dibesarkan. Kelurga yang
selalu menyayangi dan mendukungku untuk terus dan terus maju. I love you all. .
.^_^